Jumat, 27 Oktober 2017

Program Gerakan Pakan Mandiri Tekan Biaya Produksi Perikanan


JAMBI, LAMPUNGUPDATE.COM - Program gerakan pakan mandiri bagi kelompok tani budidaya perikanan di Provinsi Jambi dinilai mampu menekan biaya produksi hasil perikanan, sehingga program tersebut akan terus digulirkan.

"Terus digulirkan karena di berbagai daerah penggunaan pakan mandiri mampu menekan biaya produksi dari semula di atas 70 persen saat ini mampu ditekan hingga level di bawah 50 persen," kata Direktur Jenderal Perikanan Budidaya pada Kementerian Kelautan dan Perikananan (KKP), Slamet Soebjakto, di Jambi, Jumat.

Slamet Soebjakto menyebut, melalui pogram gerakan pakan ikan mandiri itu petani pembudidaya perikanan mampu meraup nilai tambah pendapatan pada kisaran Rp2.000-Rp3000 per kilogram.

Karenanya, menurut Slamet, KKP terus mendorong pengembangan pakan mandiri di sentral-sentral produksi. Program strategis KKP tersebut memberikan dampak positif terhadap pengembangan usaha budidaya perikanan khususnya skala kecil.

"Saya pastikan, jika nanti biaya produksi dapat ditekan dan nilai tambahnya meningkat, maka secara otomatis usaha budidaya perikanan akan bergairah. Kita akan tangkap peluang pasar patin ini secara optimal, tentunya dengan memperhatikan jaminan mutu dan keamanan pangannya," kata Slamet menjelaskan.

Dalam rangkaian reses Anggota Komisi IV DPR RI di Desa Pudak, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi, Kamis kemarin, juga dilakukan penyerahan berbagai bantuan langsung kepada pembudidaya untuk mendukung kegiatan usaha budidaya.

Bantuan yang diberikan tersebut, terdiri dari mesin pembuat pakan sebanyak dua unit, benih ikan sebanyak 4,6 juta ekor, pakan mandiri sebanyak lima ton, kemudian bantuan sarana prasarana budidaya sebanyak 12 paket dan dukungan bantuan pengembangan minapadi seluas 10 hektare.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPR RI Edhy Prabowo mengapresiasi atas dukungan program perikanan budidaya, khususnya program gerakan pakan mandiri yang dinilainya berhasil dan bermanfaat bagi para pembudidaya ikan skala kecil.

Selama ini menurutnya, masalah pakan menjadi paling krusial yang harus dicarikan solusinya agar usaha budidaya bisa menghasilkan nilai tambah yang besar.

Ia menegaskan, DPR terus berupaya agar ke depan anggaran untuk program ini bisa ditambah, sehingga dapat menyentuh semua masyarakat pembudidaya ikan.

"Komisi IV mengapresiasi upaya KKP yang konsisten mendorong program pakan mandiri. Kami saat ini sangat mendukung upaya KKP untuk lebih fokus menggarap potensi perikanan budidaya," kata Edhy Prawobo yang juga politi Partai Gerindra itu.

Selain itu, Salah pembudidaya ikan patin di Desa Pudak, Kecamatan Kumpeh Ulu, Muarojambi, Timan mengaku penggunaan pakan mandiri sangat membantu untuk menekan biaya produksi budidaya, sehingga pendapatan bertambah.

"Saat ini budidaya patin telah menggunakan pakan mandiri hingga mencapai 60 persen. Dengan respon pakan mandiri yang baik, kami meyakini masyarakat kedepannya akan mulai beralih menggunakan pakan mandiri," kata Timan

Secara nasional data produksi patin dalam kurun waktu lima tahun terakhir menunjukan tren positif dengan rata-rata kenaikan mencapai 4,28 persen. Tahun 2016 (data sementara) tercatat produksi patin nasional mencapai 392.918 ton.

Dari angka tersebut Provinsi Jambi memberikan sumbangsih sebesar 6 persen terhadap produksi patin nasional. Tahun 2016 produksi patin Propinsi Jambi tercatat sebesar 21.617 ton. (*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar