Rabu, 30 Agustus 2017

Ternyata, Ini Penyebab Wanita Tidak Cantik Lagi Setelah Menjadi Istri

Hal ini mungkin lazim dirasakan oleh
banyak pria yang sudah bergelar suami. Ketika melihat istri, terbesit pikiran jika orang yang mendampinginya tersebut tidak secantik dulu. Ada pria yang bisa menerimanya, ada pula yang justru melirik selain kepada wanitanya.



Tidak jarang, suami melakukan tindakan menyakitkan yakni perselingkuhan dengan wanita lain. Alasannya, istri tidak bisa merawat diri, tidak enak dipandang lagi dan berbagai alasan yang membuat mereka tertarik kepada wanita lain.
Untuk para suami, penyebab wanita tidak cantik lagi setelah menjadi istri berikut ini bisa menjadi bahan introspeksi. Benarkah istri benar-benar tidak secantik saat pertama kali anda mengenalnya. Atau justru permasalahan ada pada diri anda? Berikut ulasannya.
Kehidupan setelah menikah tidak melulu mulus seperti yang diharapkan. Akan ada kerikil tajam yang akan menjadi sandungan dan membuat seseorang terpeleset hingga tersungkur. Salah satu cobaan yang mungkin dialami adalah perselingkuhan.
Hal ini tentu sangat menyakitkan. Konon pihak yang sering dirugikan dalam hal ini adalah wanita atau istri. Wanita lain dengan fisik lebih cantik tentu akan menjadi ujian hebat bagi para pria. Ada yang bisa menolaknya, namun ada pula yang terjerumus ke lembah nista.
Ujung-ujungnya, istri lah yang tetap disalahkan oleh para suami. “Salah sendiri, kenapa tidak menjaga berat badan” “Kamu itu gak secantik dulu, sementara aku bekerja dikelilingi wanita cantik”. Mungkin alasan-alasan klasik seperti ini akan menjadi senjata pria agar wanita merasa bersalah karena tidak menyenangkan prianya.
Namun benarkah demikian yang terjadi? Istri tidak cantik lagi karena salahnya sendiri? Pria, anda harus membaca nasihat Syekh berikut ini.
Seorang suami mengadukan apa yang Ia rasakan kepada seorang Syekh. Bukan mendapat dukungan, suami ini justru mendapat nasehat yang menjadi tamparan
keras baginya. Tidak hanya dia, namun semua suami di dunia ini. Berikut percakapan suami tersebut dengan Syekh
“Ketika aku mengagumi calon istriku seolah-olah dalam pandanganku Allah tidak menciptakan perempuan yang lebih cantik darinya di dunia ini. Ketika aku sudah meminangnya, aku melihat banyak perempuan seperti dia. Ketika aku sudah menikahinya aku lihat banyak perempuan yang jauh lebih cantik dari dirinya. Ketika sudah berlalu beberapa tahun pernikahan kami, aku melihat seluruh perempuan lebih manis dari pada istriku.”
Syekh berkata:  “Apakah engkau tahu, ada yang jauh lebih parah daripada yang engkau alami saat ini!?”
Laki-laki penanya: “Iya, mau.”
Syekh: “Sekalipun engkau mengawini seluruh perempuan yang ada di dunia ini, pasti anjing-anjing yang berkeliaran di jalanan itu lebih cantik dalam pandanganmu dari pada wanita manapun.”
Laki-laki penanya itu tersenyum masam, lalu ia berujar: “Kenapa tuan Syekh berkata demikian?”
Syekh itu melanjutkan:  “Karena masalahnya terletak bukan pada istrimu. Namun pada  manusia diberi hati tamak, pandangan yang menyeleweng, dan kosong dari rasa malu kepada Allah. Mata manusia tidak akan pernah puas, kecuali jika sudah tertutup tanah kuburan.”
Rasulullah bersabda: “Andaikan anak Adam itu memiliki lembah penuh berisi emas pasti ia akan menginkan lembah kedua, dan tidak akan ada yang bisa memenuhi mulutnya kecuali tanah. Dan Allah akan menerima taubat siapa yang mau bertaubat”.
Lalu Syekh itu bertanya, “Apakah engkau ingin istrimu kembali seperti dulu, menjadi wanita terindah di dunia ini?”
“Iya Syekh,” jawab lelaki itu dengan perasaan tak menentu.
“Pejamkanlah matamu dari hal-hal yang haram… Ketahuilah, orang yang merasa cukup dengan suatu yang halal, maka dia akan diberi kenikmatan yang sempurna di dalam barang halal tersebut.
Benar bukan nasihatnya? Tidak sedikit pria berselingkuh meskipun istrinya cantik. Untuk wanita tentu ini bukan akhir dari segalanya, tetaplah baik dan berbakti. Merawat diri meski dianggap tak cantik lagi. Karena kesalahan bukan sepenuhnya pada anda, namun pada pria itu yang tidak pernah memikirkan kematian, surga dan neraka, serta akhirat-Nya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar